Minggu, 18 Desember 2011

doa si Pembunuh

.................

seorang pembunuh meminta maaf kepada orang yang hampir mati di tangannya. permintaan maafnya terdengar sangat tulus. memang, hanya dirinya dan Tuhan yang tau soal ketulusan itu. karena ketulusan adalah soal hati dan perasaan. walau seluruh dunia mencemooh dengan tuduhan pembunuh tidak mungkin punya hati.

dia pun sudah diludahi banyak orang akibat perbuatannya. bahkan orang yang tidak mengenalnya pun ikut meludahi. ntah kenapa orang-orang berbuat seperti itu kepadanya. dia sadar, membunuh adalah dosa besar. tapi taukah orang-orang kenapa dia nekat membunuh? padahal si pembunuh dan para peludah tak saling kenal. dan secara tidak sadar, dirinya pun telah dibunuh oleh si para peludah yang dengan bangga mengatakan mencoba menegakkan keadilan.

pembunuh itu terus meminta maaf, tanpa membantah luapan emosi si korban. dia sangat sadar bahwa dirinya salah. dirinya patut menerima hukuman, tapi dia juga sadar bahwa dirinya berhak memperoleh maaf. maklum, si pembunuh pada dasarnya punya pondasi agama yang cukup baik.

pada malam hari, si pembunuh berdoa dalam senandung ayat dari hati kecilnya, mengakui dosa dan sekedar bercakap dengan Tuhannya, merefleksikan segala tindakannya yang sudah-sudah. dia memohon ampunan atas dosanya. dia sangat yakin Tuhan akan mengampuninya.

"Tuhan maafkan hamba karena sudah menjadi seseorang yang sangat tidak tau diri. hamba terlalu sering meminta hingga lupa memberi. hamba meminta umur yang panjang dan kesehatan, tapi hamba tidak bisa memberi kesehatan bahkan hendak menghilangkan nyawa seseorang. ampun ya Tuhan"

dia terus meminta ampunan dari Tuhan. dia juga tidak lupa meminta maaf pada korbannya. tidak perduli akan harga dirinya yang dipermalukan karena permintaan maafnya ditolak. bahkan melihat mukanya saja si korban tak sudi. hal tersebut diterimanya dengan lapang dada.

hingga di suatu hari, dia mendengar bahwa si korban tidak bisa memberi maaf, bahkan berusaha berbalik membunuhnya. si korban membunuh dengan menghabisi karakter dan sisa-sisa nama baik si pembunuh. karena saking bencinya dengan pembunuh, korban menjelek-jelekannya di depan semua orang dan membuat semua orang meludahinya. menganggapnya benar-benar jahat dan korban benar-benar pihak lemah yang harus dilindungi.

belum lagi ternyata si korban tidak lebih baik darinya. korban itu juga pernah hampir membunuh orang lain dengan alasan si orang lain tersebut memang pantas dibunuh. namun, satu hal yang membedakan mereka. si pembunuh mengakui kesalahannya dan meminta maaf, sedangkan si korban tidak pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain yang hamapir mati ditangannya. dia tidak pernah minta maaf, bahkan si orang lain itu yang datang dan meminta maaf. maklum, si orang lain sadar dirinya salah dan berhak dibunuh.

setan mengelilingi si pembunuh. hasutan pun mulai didengungkan ke telinganya. akibatnya, si pembunuh mulai kehilangan rasa bersalahnya. dia merasa punya sedikit pembenaran akan tindakannya. bahkan dia mulai muak meminta maaf pada si korban.

pada malam selanjutnya doanya yang tulus berubah menjadi sesat : "Tuhan, jangan biarkan korban itu memaafkanku. biarkan rasa benci, amarah dan dendamnya tumbuh dan mengakar kuat di hatinya. kalau perlu, bantu dia menemukan jalan untuk membalasku atau sekedar membuat orang ikut membenciku. karena aku tidak sudi masuk neraka sendirian. mungkin kami malah akan berteman di neraka. owiya, Tuhan, biarkan juga setan mengerayangi hati dan pikiran orang-orang yang ikut membenciku. supaya nerakamu penuh, dan aku tidak sendirian"

malaikat dan setan yang mendengar doa sesat si pembunuh hanya bisa terpaku menatapnya miris.

.................

Rabu, 07 Desember 2011

Aku tiba-tiba teringat tiga film korea yang bercerita tentang seorang laki-laki yang memiliki keterbelakangan mental. Kedua orang ini selalu diolok-olok “babo” oleh orang sekitarnya dari masa kecil hingga dewasa. Bahkan orang terdekat mereka merasa malu memiliki kerabat yang “bodoh”. Yang satu tidak diakui oleh anaknya dan yang satu lagi tidak diakui oleh adik kandungnya.

Mungkin untuk kita yang menonton, kita merasa kasian dan kadang geram melihat perbuatan orang-orang yang mencela orang yang punya kekurangan. Tidak jarang kita menangis ketika menontonnya. Hahaha… Hal yang menggelikan terkadang jika dipikir lagi. Bisa-bisanya kita menangis hanya karena sebuah film. Tapi tidak masalah, toh film kebanyakan diambil dari realita.

Di kehidupan nyata, kita tidak pernah tau apa yang akan kita lakukan ketika justru orang tua atau adik-kakak kita sendiri yang “bodoh”. Siapa yang tau, kita akan malu atau bangga dengan keadaan itu. Toh, tidak jarang banyak orang yang dipasung oleh kerabatnya sendiri karena memiliki cacat mental. Bahkan aku sendiri tidak tau persis apa yang aku lakukan jika aku ada di posisi kerabat si “bodoh”.

Tapi ya, seperti itu lah manusia. Ketika menjadi penonton, dia tau dengan pasti bahwa ini benar dan itu salah. Kalo kata orang-orang “penonton akan selalu lebih pintar daripada pemain”. Pernyataan itu sangat tepat.

Di kehidupan nyata, tidak jarang kita mengolok-olok keadaan dan kekurangan seseorang, baik itu kekurangan fisik ataupun kekurangan sifatnya, secara langsung dan kadang tidak langsung. Tidak jarang kita bergunjing dan mengata-ngatai orang lain. Aku sadar, aku pun masih sering melakukannya.

Film sebenarnya bukan film yang ditayangkan di tv, bioskop, atau layar tancap. Tapi film dengan panggung seluas langit dan bumi, dengan aktor si aku, si kamu, dan kita semua. Film ini disutradarai oleh Si Pemilik Langit. Namun, ada satu keistimewaan khusus yang diberikan oleh sang sutradara kepada kita, yang tidak dimiliki oleh pemain film di bioskop, yaitu kita bisa memilih peran kita sendiri. Apa kita ingin memilih peran protagonist ataupun peran antagonis? Semua terserah kita.. Memang Maha Segalanya si Sutradara kita ini :D



wahhhh... sudah lama ga nulis di blog ini. dan ternyata emang baru satu tulisan yang ada. dan itu pun ditulis lebih dari setahun yang lalu.

sudah satu setengah tahun berlalu. banyak hal yang terjadi. dari hal-hal yang menyenangkan sampai hal yang amat sangat tidak menyenangkan. tapi itu lah hidup. kalo senang melulu, atau sedih melulu, bukan hidup namanya. khayalan pun ga cuma dua pilihan, senang atau sedih. harus dua-duanya :D

mudah-mudahan semua cerita selama satu setengah tahun yang lewat, bisa dibagi melalui tulisan-tulisan selanjutnya. hitung-hitung renungan akhir tahun..


"welcome"

Kamis, 13 Januari 2011

doa

Tuhan yang Maha Baik...

ampuni aku karena sudah menjadi hamba yang tidak tau diri. aku bahkan terlalu sering mengangkangi-Mu. aku selalu meminta, sampai lupa memberi.

aku selalu meminta dimurahkan rejeki, tapi aku lupa membagi rejekiku kepada yang lain.. aku selalu meminta perlindungan, tapi aku lupa melindungi sekitarku.. aku selalu meminta ampunanMu, tapi aku pelit memberi maaf kepada sekitarku.

ampuni aku ya Tuhan. amiiiiinnnn