Jumat, 13 Januari 2012

tahun baru?

ga kerasa udah masuk pertengahan januari 2012. tahun yang baru. kata sebagian orang, tahun baru harus diisi dengan yang baru-baru. semangat baru, cita-cita baru, dan semua yang baik-baik dalam kondisi baru. singkat cerita, tahun ini harus lebih baik dari tahun kemaren.

"selamat tahun baruuuu"

Minggu, 18 Desember 2011

doa si Pembunuh

.................

seorang pembunuh meminta maaf kepada orang yang hampir mati di tangannya. permintaan maafnya terdengar sangat tulus. memang, hanya dirinya dan Tuhan yang tau soal ketulusan itu. karena ketulusan adalah soal hati dan perasaan. walau seluruh dunia mencemooh dengan tuduhan pembunuh tidak mungkin punya hati.

dia pun sudah diludahi banyak orang akibat perbuatannya. bahkan orang yang tidak mengenalnya pun ikut meludahi. ntah kenapa orang-orang berbuat seperti itu kepadanya. dia sadar, membunuh adalah dosa besar. tapi taukah orang-orang kenapa dia nekat membunuh? padahal si pembunuh dan para peludah tak saling kenal. dan secara tidak sadar, dirinya pun telah dibunuh oleh si para peludah yang dengan bangga mengatakan mencoba menegakkan keadilan.

pembunuh itu terus meminta maaf, tanpa membantah luapan emosi si korban. dia sangat sadar bahwa dirinya salah. dirinya patut menerima hukuman, tapi dia juga sadar bahwa dirinya berhak memperoleh maaf. maklum, si pembunuh pada dasarnya punya pondasi agama yang cukup baik.

pada malam hari, si pembunuh berdoa dalam senandung ayat dari hati kecilnya, mengakui dosa dan sekedar bercakap dengan Tuhannya, merefleksikan segala tindakannya yang sudah-sudah. dia memohon ampunan atas dosanya. dia sangat yakin Tuhan akan mengampuninya.

"Tuhan maafkan hamba karena sudah menjadi seseorang yang sangat tidak tau diri. hamba terlalu sering meminta hingga lupa memberi. hamba meminta umur yang panjang dan kesehatan, tapi hamba tidak bisa memberi kesehatan bahkan hendak menghilangkan nyawa seseorang. ampun ya Tuhan"

dia terus meminta ampunan dari Tuhan. dia juga tidak lupa meminta maaf pada korbannya. tidak perduli akan harga dirinya yang dipermalukan karena permintaan maafnya ditolak. bahkan melihat mukanya saja si korban tak sudi. hal tersebut diterimanya dengan lapang dada.

hingga di suatu hari, dia mendengar bahwa si korban tidak bisa memberi maaf, bahkan berusaha berbalik membunuhnya. si korban membunuh dengan menghabisi karakter dan sisa-sisa nama baik si pembunuh. karena saking bencinya dengan pembunuh, korban menjelek-jelekannya di depan semua orang dan membuat semua orang meludahinya. menganggapnya benar-benar jahat dan korban benar-benar pihak lemah yang harus dilindungi.

belum lagi ternyata si korban tidak lebih baik darinya. korban itu juga pernah hampir membunuh orang lain dengan alasan si orang lain tersebut memang pantas dibunuh. namun, satu hal yang membedakan mereka. si pembunuh mengakui kesalahannya dan meminta maaf, sedangkan si korban tidak pernah melakukan hal yang sama kepada orang lain yang hamapir mati ditangannya. dia tidak pernah minta maaf, bahkan si orang lain itu yang datang dan meminta maaf. maklum, si orang lain sadar dirinya salah dan berhak dibunuh.

setan mengelilingi si pembunuh. hasutan pun mulai didengungkan ke telinganya. akibatnya, si pembunuh mulai kehilangan rasa bersalahnya. dia merasa punya sedikit pembenaran akan tindakannya. bahkan dia mulai muak meminta maaf pada si korban.

pada malam selanjutnya doanya yang tulus berubah menjadi sesat : "Tuhan, jangan biarkan korban itu memaafkanku. biarkan rasa benci, amarah dan dendamnya tumbuh dan mengakar kuat di hatinya. kalau perlu, bantu dia menemukan jalan untuk membalasku atau sekedar membuat orang ikut membenciku. karena aku tidak sudi masuk neraka sendirian. mungkin kami malah akan berteman di neraka. owiya, Tuhan, biarkan juga setan mengerayangi hati dan pikiran orang-orang yang ikut membenciku. supaya nerakamu penuh, dan aku tidak sendirian"

malaikat dan setan yang mendengar doa sesat si pembunuh hanya bisa terpaku menatapnya miris.

.................

Rabu, 07 Desember 2011

Aku tiba-tiba teringat tiga film korea yang bercerita tentang seorang laki-laki yang memiliki keterbelakangan mental. Kedua orang ini selalu diolok-olok “babo” oleh orang sekitarnya dari masa kecil hingga dewasa. Bahkan orang terdekat mereka merasa malu memiliki kerabat yang “bodoh”. Yang satu tidak diakui oleh anaknya dan yang satu lagi tidak diakui oleh adik kandungnya.

Mungkin untuk kita yang menonton, kita merasa kasian dan kadang geram melihat perbuatan orang-orang yang mencela orang yang punya kekurangan. Tidak jarang kita menangis ketika menontonnya. Hahaha… Hal yang menggelikan terkadang jika dipikir lagi. Bisa-bisanya kita menangis hanya karena sebuah film. Tapi tidak masalah, toh film kebanyakan diambil dari realita.

Di kehidupan nyata, kita tidak pernah tau apa yang akan kita lakukan ketika justru orang tua atau adik-kakak kita sendiri yang “bodoh”. Siapa yang tau, kita akan malu atau bangga dengan keadaan itu. Toh, tidak jarang banyak orang yang dipasung oleh kerabatnya sendiri karena memiliki cacat mental. Bahkan aku sendiri tidak tau persis apa yang aku lakukan jika aku ada di posisi kerabat si “bodoh”.

Tapi ya, seperti itu lah manusia. Ketika menjadi penonton, dia tau dengan pasti bahwa ini benar dan itu salah. Kalo kata orang-orang “penonton akan selalu lebih pintar daripada pemain”. Pernyataan itu sangat tepat.

Di kehidupan nyata, tidak jarang kita mengolok-olok keadaan dan kekurangan seseorang, baik itu kekurangan fisik ataupun kekurangan sifatnya, secara langsung dan kadang tidak langsung. Tidak jarang kita bergunjing dan mengata-ngatai orang lain. Aku sadar, aku pun masih sering melakukannya.

Film sebenarnya bukan film yang ditayangkan di tv, bioskop, atau layar tancap. Tapi film dengan panggung seluas langit dan bumi, dengan aktor si aku, si kamu, dan kita semua. Film ini disutradarai oleh Si Pemilik Langit. Namun, ada satu keistimewaan khusus yang diberikan oleh sang sutradara kepada kita, yang tidak dimiliki oleh pemain film di bioskop, yaitu kita bisa memilih peran kita sendiri. Apa kita ingin memilih peran protagonist ataupun peran antagonis? Semua terserah kita.. Memang Maha Segalanya si Sutradara kita ini :D



wahhhh... sudah lama ga nulis di blog ini. dan ternyata emang baru satu tulisan yang ada. dan itu pun ditulis lebih dari setahun yang lalu.

sudah satu setengah tahun berlalu. banyak hal yang terjadi. dari hal-hal yang menyenangkan sampai hal yang amat sangat tidak menyenangkan. tapi itu lah hidup. kalo senang melulu, atau sedih melulu, bukan hidup namanya. khayalan pun ga cuma dua pilihan, senang atau sedih. harus dua-duanya :D

mudah-mudahan semua cerita selama satu setengah tahun yang lewat, bisa dibagi melalui tulisan-tulisan selanjutnya. hitung-hitung renungan akhir tahun..


"welcome"

Kamis, 13 Januari 2011

doa

Tuhan yang Maha Baik...

ampuni aku karena sudah menjadi hamba yang tidak tau diri. aku bahkan terlalu sering mengangkangi-Mu. aku selalu meminta, sampai lupa memberi.

aku selalu meminta dimurahkan rejeki, tapi aku lupa membagi rejekiku kepada yang lain.. aku selalu meminta perlindungan, tapi aku lupa melindungi sekitarku.. aku selalu meminta ampunanMu, tapi aku pelit memberi maaf kepada sekitarku.

ampuni aku ya Tuhan. amiiiiinnnn

Kamis, 24 Juni 2010

Dan Aku “BENCI” Tim Italia!!!

Piala Dunia 2010 sudah memasuki babak 16 besar. Sebagian tim terus melaju memperebutkan Piala Bergilir 4 tahunan ini, namun sebagian pulang dan harus puas menjadi tim penggembira


Banyak hal menarik di Piala Dunia kali ini. Mulai dari kontroversi vuvuzela dan jabulani, serta perdebatan-perdebatan hangat mengenai tim-tim unggulan yang harus pulang lebih awal. Semua sah-sah saja, karena ini adalah mengenai Sepakbola. Olahraga paling populer di jagad raya. Apalagi Piala Dunia adalah event yang tidak bisa disaksikan tiap minggu. Semakin banyak orang yang menyaksikan, sebanyak pula perdebatan yang akan menyertainya.


Pada Piala Dunia yang diadakan di benua Afrika ini, banyak orang berpendapat bahwa terjadi banyak hal yang tak terduga dan mulai mencari-cari alasan jika tim kesayangannya kalah. Mulai dari kebisingan vuvuzela yang membuat komunikasi pemain terganggu, atau keliaran si jabulani yang membuat pemain mati gaya. Bahkan ada yang berseloroh “dukun-dukun Afrika Selatan membuat hasil-hasil pertandingan menjadi tak terduga”. Yah, alasan-alasan yang menurutku sangat konyol.


Aku memang bukan penggila bola yang punya satu klub kesayangan yang harus aku dukung tiap minggu. Aku juga tidak punya satu tim Negara di Piala Dunia untuk digilai. Tapi aku suka menyaksikan pertandingan Sepakbola dan aku sangat menghargai olahraga yang satu ini. Sepakbola adalah bahasa universal menyangkut perdamaian. Dua orang yang sedang bermusuhan tapi menjagokan tim yang sama, bisa saling berpelukan ketika mereka nonton bareng dan tim tersebut menang. Tapi sayangnya, juga tidak sedikit yang bermusuhan karena si kulit bundar. Bahkan ada yang terkena sanksi karena sepakbola.


Mungkin ada yang bilang aku tidak tau sepakbola karena aku menontonnya tanpa feel. Tapi justru perasaan cintaku terhadap sepakbola lah yang membuat aku tidak punya klub dan tim Negara untuk digilai. Di tiap event, aku punya tim favorit yang berbeda-beda. Karena aku mencintai sepakbola, bukan tim sepakbola. Saking cintanya, aku ingin klub atau tim yang benar-benar mencintai sepakbola lah yang menjadi juara, bukan tim yang hanya mengejar status juara dengan menghalalkan segala cara. Aku tidak mau sepakbola dicederai dengan permainan tim yang curang. Sepakbola itu seperti drama kehidupan, orang yang benar-benar bisa mencintai hiduplah yang pantas sukses. Dan hidup bukan hanya soal hasil akhir, tapi juga soal proses.


Sepakbola bukan politik yang nilai-nilainya bisa menjadi bias sesuai yang diinginkan oleh yang berkepentingan. Nilai-nilai dari olahraga ini sangat lugas, murni, dan saklek. Banyak pelajaran hidup yang bisa dipelajari dari sepakbola. Mulai dari skill individu, kerjasama tim, sportifitas, dan attitude semua pihak yang berkepentingan (pemain, pelatih, official, wasit, penonton, dll). Nilai-nilai tersebut hanya secuil dari banyaknya pelajaran yang bisa diambil dari sepakbola.


Aku cinta sepakbola! Di lain sisi, aku tidak suka orang yang curang!! Mungkin karena itulah, aku jadi tidak menyukai tim Italia. Dimulai sejak terbongkarnya kecurangan tim-tim di liga Italia, yang katanya liga papan atas di eropa. Dan harus diakui they was, tapi tidak sekarang. Selain itu, pemain-pemain timnas Italia sangat suka diving dan bermain curang. Bahkan aku dan temanku bingung menentukan pemain jujur di timnas Italia. Berbeda halnya dengan tim-tim lain yang lebih gampang menentukan pemain yang curang dibanding pemain jujur. Bahkan tim kemarin sore sekelas Jepang dan Korsel.


Aku heran dengan sikap para pemain tersebut. Mereka tiap hari bermain dengan bola, tapi mereka bahkan tidak bisa menghargai sepakbola itu sendiri. Mereka tidak benar-benar mencintainya. Apakah mereka hanya memanfaatkan sepakbola untuk mendapatkan uang, gelar, dan kontrak? Dan mereka sudah mencederai olahraga ini. Kasian sepakbola…


Aku juga tidak kalah heran dengan sifat orang-orang yang mendukung salah satu tim saja, tim yang mereka akui sebagai tim kesayangan. Dengan dalil “sebagai fans, saya akan selalu ada di saat yang sulit dan senang” (--Udah kaya ngedukung Negara sendiri aja--). Walau menonton tim kesayangannya bermain jelek dan tim lawan bermain bagus, mereka tetap saja mendoakan tim kesayangannya yang menang. What an unreasonable and unlogically act.


Ya, kira-kira segitu dulu ah…